Rio [True Story]

“Saya mah udah tau nama teteh sejak taun 2006” mau tak mau ucapan laki-laki muda dengan dialek  Sundanya yang begitu kental itu kutanggapi juga. “Oh, begitu ya?” aku mengangguk sambil menyeruput teh manis dingin dalam kemasan dus 200ml yang baru saja kubeli. Ya tuhan, masa iya, dia tahu namaku sejak lima tahun lalu sementara aku merasa baru kali ini melihatnya, gumamku dalam hati.

Ia laki-laki seumuranku, berkameja gaul warna biru dengan salur-salur kecil berwarna hitam. Kancing-kancingnya sengaja tidak dikaitkan sehingga aku dapat dengan jelas melihat kaos putih di dalamnya. Celana jeans belel sebetis dipadu sepatu kets warna putih memperkuat dugaanku kalau dia bukan baru pulang ngantor ataupun kuliah. Ia sedang jalan-jalan santai atau apapunlah namanya! Tubuhnya kurus dan tak terlalu tinggi, sekitar 5cm saja selisihnya dengan tinggiku yang hanya 158cm. Kulitnya agak kumal namun putih. Rambutnya yang lurus sengaja dibiarkan gondrong sampai menutupi daun telinga. Topi bertuliskan Blink-182 tersangkut dengan nyeleneh di rambutnya yang berantakan. Continue reading

[a word] Hei Kamu


Hei kamu,

kamu yang nanti menjadi orang pertama yang kutemui di pagi hari,

dan jadi orang terakhir yang kusapa di malam hari.

Jaga dirimu,

Jaga hatimu,

Jaga perasaanmu,

Karena aku pun bersikeras menjaga diriku, perasaanku, dan hatiku

Hei kamu,

Kamu yang nanti menjadi orang pertama yang kubuatkan jus di pagi hari,

dan orang terakhir yang kusiapkan susu hangat  di malam hari

Jaga shalat malammu,

Jaga tadarusmu,

Jaga shaummu,

Karena aku pun tak hendak meninggalkan detikan sepertiga malam terakhirku, tadarus quranku, dan shaumku Continue reading

[a word] Your Gift

Maher Zain- For The Rest of My Life

I praise Allah for sending me you, my love

You found me home and sail with me
And I`m here with you

Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along

And theres a couple words I want to say:

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my WIFE and my friend and my strength
And I pray we`re together eternally

I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I`m singing loud that I`ll love you eternally

—————————————————————————–

Lagu cinta dari seorang suami untuk istrinya. Sungguh romantis dan menyentuh 🙂

Cinta, Menurutku

Entahlah tulisan ini disebut apa namanya. Karena setelah beberapa saat aku membolak-balik ingatan, masih saja tak kutemukan kategori yang pas untuk tulisan ini. Esai? tentu saja aku tak sedang menjabarkan pandanganku yang kian sempit. Cerpen? sejujurnya tak pernah kutemukan cerita utuh di dalamnya. Puisi? puisi macam apa jika diksinya begitu datar?!

Ya, mungkin ini hanya seurai monolog, curahan emosi jiwa yang tak pernah bisa kucelotehkan. Tentang aku padamu, kamu padaku, aku padamu, dan kamu padaku. Tentangmu, tentangku… menurut logikaku, menurut ketidaknormalanku.

Beberapa detik aku menepuk dada, berharap baumu pergi dari kamar-kamar jantungku. Tapi semakin kutepuk, semakinlah engkau mengakar di dalamnya. Pekat.. dan semakin pekat. Sampai-sampai tak seinci pun sel tubuhku yang menjadi murni dibuatmu. Continue reading

[a must] Dream is Today’s Answers to Tomorrow’s Questions

Hello world, i just wanna share my ‘random’ opinion about dreams. Yeah, i said it ‘random’ because i didn’t use any literature in describing this opinion. I just combined the heart and mind, and jreng… jreng… ! this ‘random’ words just were resulted (and it was quite random, hahaha).

Well, i  found something interesting about dreams. Just check this out!

One year ago, in the beginning of 2010, i wrote one of my thousands dreams on a piece of paper. I hanged it on my room wall, and anytime i looked at that paper, i felt something was burning my cells. I was amazingly hypnotized and I knew it called, passion! I turned into some kind of “passionate dreamer” and my tongue just couldn’t stop saying, ” i can make it!”. Continue reading

[a must] 2011: No more regret

3 Januari 2011,

Aku merasa terlalu malu untuk menengok ke belakang. Tanpa arah, tanpa gereget, itulah deskripsi paling tepat bagi masa laluku. Ya, entah mengapa tahun 2010 tak begitu terendus di hidungku, bahkan sampai akhirnya ia benar-benar harus lenyap, hilang, dan  tak kembali lagi, aku masih saja tak mampu mencium baunya. Aku menyesal!

A man who dares to waste one hour of time has not discovered the value of life.

Beberapa saat aku merasa lunglai, perkataan Charles Darwin di atas sungguh tepat menyentil perasaanku. Bukan satu detik yang kusia-siakan, bukan pula satu jam atau satu hari. ‘Satu tahun!’ Ya, dengan bodohnya aku telah menyiakan satu tahun kehidupanku di tahun 2010.

Aku pun merana. Rasanya, wajahku bertransformasi menjadi wajah orang paling berdosa sedunia. Kini pertanyaan-pertanyaan seperti “Cita-cita apa yang tercapai di tahun 2010?” atau “Prestasi apa yang diraih selama tahun 2010?” telah kumasukkan ke dalam daftar pertanyaan terlarang, pertanyaan yang tak boleh tertangkap di daun telingaku untuk jangka waktu yang tak ditentukan. Aku malu.

Ya Tuhaaan, jika menyiakan waktu satu jam saja dianggap sebagai manusia yang tidak mengerti nilai kehidupan, bagaimana denganku yang telah menyiakan waktu satu tahun? Masih pantaskah aku disebut orang yang bersyukur akan waktu? Atau malah aku tak lagi pantas menyandang titel sebagai manusia?

Itulah penyesalan, selalu datang dan memberatkan pundakku di ujung waktu. Ia tak pernah mau menyapaku dari awal, sampai akhirnya aku terlupa dan harus berurusan lagi dengannya di akhir masa. Huh, untuk yang keseratus kalinya aku berurusan denganmu, Wahai Penyesalan! Dan lagi-lagi dengan menyesal aku mengaku…. aku menyesal 😦

But, i heard someone said that anyone who has never made a mistake, has never tried anything new! Yap, kalimat penyelamat ini dapat kuandalkan untuk pembelaan diri. Aku telah melakukan kesalahan di masa lalu, which means that I’ve tried something new, eh? Yeah, at least I’ve tried though i was failed.

Dan pada kenyataannya, berlama-lama mengurung diri dalam penyesalan bukanlah hal menarik. Walau penyesalan bisa dijadikan bahan bakar untuk menjadi lebih baik di kemudian hari, namun jika terlalu banyak waktu yang tersita untuk memikirkan penyesalan, maka  kita akan kesulitan untuk dapat kembali berdiri tegak.

Formula for living is quite simple. Get up in the morning and go to bed at night. In between, occupy yourself as best as you can. Hm, ini nih ramuan mujarab yang dapat membuatku kembali bergelora. “Occupy yourself as best as you can”, tampaknya tips ini belum ku amalkan dengan saksama di tahun 2010. Jadi, ayo melakukan yang terbaik di tahun ini, Uci!

Here, 2011 begins! Face it, make a history!

Let’s start the new life, Uci! Let’s fix the mess you left behind!

Bismillahirrahmanirrahim. Semangat! 🙂