Tak Berdaya

Jika ada yang bertanya hal apa yang kubenci dalam hidup ini, kukatakan, aku membenci ketidakberdayaan. Disaat aku menyadari betapa banyak hal yang ingin kulakukan, kudapati tanganku hanya dua. Tak bisa aku melakukan semua, membahagiakan semua, memperbaiki semua. Bahkan hanya untuk sekedar mengusap peluh mama dan bapa sekali saja, di hari ini saja, aku tak berdaya.

Ma, Pa, apa kabar disana?
Ah, kehidupan dunia nyatanya memanglah begini. Tak akan bisa kita selamanya bersama. Adalah alam akhirat, satu-satunya alam yang katanya bisa mengekalkan kebersamaan kita. Percaya padaku, tak apa kita tak bersama. Ikhlaskan saja dimensi jarak yang begitu membuat merana. Kita berpayah-payah sajalah, demi kelak bersua di surga.

Maafkan atas ketidakberdayaan ini.

Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaa nii shaghiiraa. Aamiin.

                                                                                        Serpong di pagi hari, gerimis.

Cover

image

Adakalanya aku merasa Mustika Suci Jungjunan hanyalah sebuah cover. Ada aku (yang lain) yang termarginalkan, yang membenci Mustika Suci Jungjunan dengan membabi buta. Ya, Mustika Suci Jungjunan, manusia yang kerap berlaku dosa.

Ah, belakangan baru kutahu, Nuraniku membenci kepribadianku.

Tua

image

Kau tak pernah ingin mengusaikan cintamu padaku, sementara aku hampir tak menghiraukan kebaikan-kebaikanmu. Dan pada sekian menit yang lalu, kala kuamati  matamu yang semakin berkantung dan kulit wajahmu yang berkerut-berkerut, aku…menyesal. Apa yang telah kuperbuat ini? Kusibukkan diriku demi beranjak dewasa, sementara aku lupa, kau pun beranjak menua.

Hiks, andai saja ada jembatan masa.

Pasar Malam

Dibalik manisnya kembang gula yang dijajakan, dibalik warna-warni balon udara yang ditawarkan, di antara keceriaan bocah-bocah yang membelinya, di antara semuanya itu, bisakah kamu menyadari bahwa ada sesosok bapak yang kerut dahinya bahkan lebih banyak dari seharusnya? Yang keringat mengalir deras di pelipisnya, yang ketika itu mungkin hatinya terpatah-patah lantaran hidupnya kian melarat, yang logikanya dijungkirbalikkan, dipaksa untuk mengerti bahwa ia selalu bisa membuat anak-anak lain bergembira sementara anaknya di rumah tidak pernah tahu rasanya tertawa. Jangan bicara tentang kedermawanan jikalau hal seterang itu saja masih belum bisa kau tanggapi.

Romansa 9

Cinta melahirkan kecemasan-kecemasan. Keberanian mencintai adalah keberanian
untuk menyelesaikan rasa cemas. Kecemasan atas perpisahan, atas kehilangan.
Manusia mana yang selamanya akan selalu dibersamai kekasih hatinya? Tidak, tidak
pernah akan ada. Maka sudah seharusnya, ketika kita mencintai, kita lantas
direpotkan dengan kecemasan-kecemasan atas sebuah hal yang sebenarnya mutlak
akan teralami di kemudian hari: perpisahan. Ya, akan tiba suatu masa, dimana kita
harus meninggalkan, atau ditinggalkan. Dan sebaik-baik penyelesaian atas ini adalah
dengan berpayah-payah agar kelak dipisahkan dalam kondisi keimanan terbaik.
Sehingga sebagai imbalan, Tuhan berkehendak pula menyatukan kita dalam kondisi
cinta terbaik, di surga…

Ninja!

image

When I lay on bed, suddenly this Ninja came and surprised me. He said, “dont move!!!”

Lol!

Yeah, i just can’t believe that i have such that nice husband. That’s why i always miss him though he just goes for 7hours working out home.
Alhamdulillah.. i love you, hubby;)