April Kelima

Dear dia.

Bagi aku, cinta saja sudah cukup. Karna cinta bisa menjelma apa saja. Menjelma hangat saat aku kedinginan. Menjelma riang saat aku sepi. Menjelma bahu saat aku menangis. Menjelma pertolongan saat aku butuh bantuan.

Bagi aku, dia saja sudah cukup. Karna dia adalah cinta. Di dunia dan surga. 

———————

Hi. Diary.

5 tahun and still counting. Hidup dengan dia masya Allah luar biasa bahagianya aku. Kamu inget kan dulu aku pernah cerita kalau dia itu baik? Kayaknya kata baik tak lebih baik menggambarkan kebaikan dia deh *nah,loh njelimet πŸ˜‚*. Makin sini kebaikan dia malah makin overdose, makin terpampang nyata sampe-sampe kadang aku panik karna merasa berlumur dosa banget ke diaπŸ˜‘πŸ€•
Lima tahun pernikahan alhamdulillah kita udah lebih bisa saling memahami. Aku bisa banget curhat panjang lebar dan jelasin kalau aku suka ini dan gak suka itu. Aku bisa terbuka banget, kalau marah ya marah. Kalau sebel ya sebel. Kalau kangen ya peluk aja dengan bergairah *sensor*.😁 Diantara aku dan dia sudah ada kesepakatan, gak boleh ada yang memendam perasaan. Kalau sok-sok an berkorban dan rela sakit demi pasangan, ya tanggung sendiri deritanya *jahat banget yak makπŸ˜‚*. Eits tapi dengan begitu kita malah makin bisa terbuka. Gak ada istilah sacrifice, keduanya harus sama-sama bahagia. And we do.

Dear diary,

Dulu aku pernah cerita kalau dia sabar dan penyayang. Yap, sampe sekarang dia masih aja begitu. Dia suka beliin aku cemilan (sampe aku naek 30kg hahaπŸ˜…). Dia suka berikan apa yang aku mau. Moreover, Dia keliatannya sedih banget kalau gak bisa memenuhi keinginan aku. Kamu tau tragedi ketan bakar? Ya, tragedi dua tahun lalu. Dia bolak balik berhari-hari nyariin ketan bakar buat aku hanya karena suatu hari aku nyeletuk bercanda, “kayaknya ketan bakar enak deh, yang.”hiks. Itu baru ketan bakar. Tragedi iphone? Samsung tab? Umroh? Traveling? Semua celetukan aku senampaknya ingin banget dia kabulkan. Ya allaaah berikan dia kebahagiaan dan keberkahan atas perlakuannya terhadap istrinya😦😦😦
Ada satu hal, di ulang tahun pernikahan kelima ini, yang baru banget aku sadari. Bahwa dia, dalam kehidupannya, selalu menceritakan aku. Pada temannya. Pada koleganya. Sama seperti aku yang menceritakan dia terus menerus di blog ini. Sampai-sampai kalau diamati dengan khidmat, aku bisa memecahkan rekor muri karna ribuan kali nyebut dan bercerita tentang diaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Hm.

Aku merasa sikap dia yang seperti itu, adalah bentuk bangganya dia ke aku. Aku sempat amazed, karna dalam setiap obrolannya dengan orang lain, dia pasti menceritakan kisah pernikahan kami. Dia pasti cerita tentang aku, istrinya *ciye ciyeee*. Dia cerita bahwa aku adalah lulusan ITB tapi berani berkhidmat di rumah mengurus anak-anak. Dia bilang aku pinter nulis (dia liatin blog ini ke temen-temennya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ). Kepada anak didiknya di pesantren, dia pun selalu menceritakan aku dan pernikahan kami. Apa namanya kalau bukan bangga, iya kan? Hihi. Aku pun lega, at least aku ga malu-maluin meskipun aku udah gak langsing lagi #dibahaslagi😒

Akhirul kalam, setiap detik berlalu, aku semakin tahu bahwa dia mencintai aku dengan sangat dalam. Sama seperti aku yang mencintai dia dengan serius dan membabi buta. Kami berdua saling mencintai tak lekang oleh waktu. Karna Allah. Karna mitsaqan ghaliza.

Semoga allah selalu membahagiakan dia, Suamiku.

Advertisements

MELAWAN RIBA (tulisan tendensius)

Warning:
1. Bagi yang merasa bahwa berurusan dengan bank adalah lumrah, bunga bank adalah lumrah, riba adalah lumrah, i suggest you not to take time to read my writing 😊

2. I always agree and sami’na wa atha’na terhadap MUI, including keputusan MUI terhadap bank syariah. I have no doubt about that.

image

Ini adalah sebidang tanah dengan luas 530meter persegi yang dibeli suami saya tempo hari. Luas yah 😊.. Jika didirikan sebuah rumah, tentu saja akan menjadi sangat sangat luas. Lokasinya bagaimana? All praise be to Allah, lokasi tanah ini adalah tepat disamping pondok pesantren. Sebuah nikmat tiada tara karna bisa bersanding dengan pesantren 😊

Dibalik pembelian tanah ini ada sejuta keajaiban. Still have courage to read the story? Check it out guys!

Taun 2012 saya menikah. Suami saya tak punya apa-apa. Dia benar-benar datang ke rumah dengan tangan kosong. He just promised me one thing: he would always try to make me happy. Thats all.

Lalu kami menjalani kehidupan sederhana karna sebagai abdi negara, suami saya sangat berhati-hati dengan uang yang datang di depan mata. Bahkan saya sempat ikutan stress melihat begitu banyak fiktivisasi *ngarang banget ini istilahnya wkwk*, even utk perjalanan dinas saja terkadang harus memanipulasi tiket travel *ini disebabkan birokrasi yg acak2an dan ga support kejujuran, jadi banyak pegawai yg terpaksa melakukan fiktivisasi daripada harus nombok pake uang pribadi*. Oke mari lupakan saja tentang birokrasi di negeri ini. Back to the topic.

Suatu ketika suami saya memberi tahu sebuah keputusan yang berat (bagi saya terasa berat euy waktu itu!hehe). Beliau bilang, ” kita tidak akan pernah berurusan dengan cicilan bank. Abang akan berusaha sebaik mungkin. Kita beli rumah dan kendaraan secara cash!”

JLEBB.
I know that i can count on him. Beliau bisa diandalkan dalam hal apapun. Tapi dengan kondisi sebagai abdi negara, dengan gaji yang ngepassss, i had no idea bagaimana caranya membeli rumah secara cash (?). Waktu itu saya hanya berdoa kepada Allah, agar diberi jalan terbaik.

Menginjak pernikahan ketiga tahun, aroma utk menyicil rumah ternyata tak kunjung datang. He walked his talk. Dan beliau selalu meminta saya percaya. Dia ceritakan kepada saya tentang sistem riba bank, dia beri saya insight tentang KPR, dia jelaskan tentang bank syariah ( adanya bank syariah sangatlah membantu ekonomi islam, meski masih banyak kekurangan), dia jelaskan mengapa berurusan dengan bank adalah the worst decision in our life. Sejak itu saya mulai berteguh hati dan yeayyy! keajaiban mulai datang silih berganti.

Membeli tanah (dan insyallah rumah) tanpa berurusan dengan bank ternyata Allah kabulkan dengan cara-Nya sendiri. Dengan sangat sangat indah, dan tentunya Rasional 😊

Membeli rumah di jakarta atau bandung secara cash, dengan status suami saya sebagai abdi negara dan saya sebagai ibu rumah tangga ternyata memanglah tidak mungkin, dan tahukah apa yang dilakukan Allah? Allah tahu bahwa kami serius menyoal riba. Keyakinan kami bukan hanya dalam kata. And He handle this case seriously too!!!

Perlahan Allah giring kami ke sebuah desa, dan kami membangun usaha disana. This is logical, karna di desa memang harga tanah masih murah dan peluang utk membeli rumah secara cash lebih besar. Setelah melewati banyak drama (saat memutuskan utk resign dr kantor), here we are.. terdampar di pedesaan.. tanpa kami rencanakan setitikpun sebelumnya.

time flies..
Di suatu hari yang cerah, Allah kembali memberikan keajaiban. Kami tak punya uang cash banyak waktu itu. Tapi Allah suguhi kami sebidang tanah utk dimiliki. Dengan cara cash? No way. Thats impossible karna kami memang tak punya. Lalu? Allah tawari kami cicilan. Lewat bank kah? No way 😊😊

Tarik nafas dulu…
Allah tawari cicilan tak berbunga lewat sepupu kami/pemilik tanah. Apakah kami yang meminta? Tidak. Sepupu kami menawarkan tanah beserta cicilannya dengan sukarela. Allah lapangkan hati sepupu kami (semoga allah selalu merahmati beliau). Beliau memperkenankan kami menyicil tanah tersebut secara langsung ke beliau. Tanpa bunga. Tanpa riba. Tanpa BANK. Bahkan beliau tak mengambil untung sedikit pun dari penjualan tanah tersebut. Beliau katakan, “ini tanah jodohnya kalian. silakan aja dicicil semampunya sampai lunas😊”

Got it! All praises be to Allah. Sekarang kami punya tanah yg luas, dengan cara pembayaran cicilan sih, tapi tanpa berurusan dengan bank. Thats so amazing! Alhamdulillaaah.. semoga tulisan ini bisa menginspirasi.. ketika kita serius menjalankan perintah Allah, Allah lebih serius mengurusi kebutuhan kita. InsyaAllah

April Keempat

April keempat means everything for me. Masya Allah! I’ve been living with him for 4years! 😍😍😍

Tahun lalu aku nulis ttg april ketiga diblog ini, link: https://ucimaruci.wordpress.com/2015/01/11/april-ketiga/ yang mana tulisan ini nunjukin bahwa aku masih saja amazed dgn kehadiran suamiku di hidupku. Hehe. Even today, when i am writing this, i am just still amazed that he is my husband *blessed mode on*

Life that we are living today rasanya lebih seru dan menantang. Tanpa terduga akhirnya we decided to stay here. Didesa kelahiran sayaa! Sempat membuat kegaduhan sih di desa ini, karna kami pindah ke desa dengan titel “pengangguran” hahaha..

Disini memang bukan hanya dinding yang bisa bicara. Padi, rumput, bebatuan, angin, tetangga dekat, tetangga jauh, pak RT, pak RW, semuanya bisa bicaraπŸ˜‚πŸ˜‚. Jadi kebayang kan gimana hebohnya when they know that us, me and my husband, memutuskan utk menumpang di rumah ortuπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Betapa ibanya mereka pada kami. Tak sedikit dari mereka yang bertanya, “suaminya neng Uci ga kerja?”

Tapi itu ga mengganggu kami sih (walaupun mungkin sebenarnya mah mengganggu ortu kami) hehe. Sampe akhirnya isu itu hilang seiring dengan isu baru yg berhembus, “suaminya neng Uci resign dan memilih utk berwirausaha.” They knew! Tentunya tanpa saya beritahu. *efek pedesaan.wkwk*

Yap. Kami sudah berada ditahap ini. Meninggalkan dunia yang dulu dan mulai menjalankan aktivitas yang baru. BERDAGANG. And it sounds delicious!😜😜😜😜

Banyak sekali yang bertanya perihal ini pada saya dan suami.. why oh why.. why we chose this kind of life? Well.. Alasan utama dan satu-satunya adalah: KAMI INGIN PUNYA WAKTU YANG FLEKSIBEL, BANYAK, DAN BERKUALITAS DALAM MENGURUS DAN MENDIDIK ANAK-ANAK. Karna bagi kami, amanah anak ini adalah amanah terberat.. dan kami harus bisa mengerjakan amanah ini dengan sangat baik.

Alasan lain? Gak ada😊. Benar-benar gak ada.  Doakan saja ya supaya kami bisa tetap walk our words. Doakan segala sesuatunya lancarrr. Aamiin

Here we come.. di April keempat.. semoga selalu sakinah mawaddah warahmah😊😊😊

BUDAYA NGEBULLY

TAU BEDANYA BULLY DAN KRITIK?
Kalo ngasi masukan, komplenan, even cercaan ke seseorang via medsos, diumbar kemana-mana, dan mostly tanpa tabayyun dulu ke orangnya, itu namanya ngebully.

Kalo ngasi masukan, ke jalur yang benar, misal via japri, via customer care (utk urusan bisnis), tanpa diumbar, tanpa perlu seluruh dunia tahu, itu namanya mengkritik.

You choose. Mau mengkritik atau ngebully. But at my point of view, critic never failed anyone. Sementara bully gak akan menghasilkan apa-apa.

Bijak ya dalam mengkritik 😊
Semua hal ga bisa sesuai keinginan kamu loh.

Gagal paham sama orang yg doyan komplen thd sesuatu lewat medsos/kaskus. Kamu dapet apa sih dari kegiatan lucu kamu itu? #emakngomel

Can’t Sleep Tonight

Saya tau, bagi seorang emak dengan dua bocah, yang juga megang olshop dengan ribuan order, senampaknya gak bobo semaleman adalah ide yang buruk sekali. Exactly bad. Kenapa? Karna besoknya harus stay waras lagi menjalani aktivitas, sedangkan kalau selamalam begadang malah  akan memicu problem yg sangat besar, yakni, “bad mood dan ngantuk”. Hehe.

Tapi malem ini saya beneran gak bisa bobo😒😒 Terlalu seru blog walking di blog saya sendiri (?) *mulai random*. Ketawa ketiwi bernostalgia kenapa saya menulis ini.. menulis itu.. and.. after read all the posts,  here i come to conclusion:

Genre tulisan saya ada di 4 macam genre saja:
1. Tulisan galau
2. Tulisan semangat
3. Tulisan agamis
4. Romance (dan ini paling banyak pisan)

Tulisan-tulisan bergenre galau saya tulis ditaun 2009-2010.. dimana saat itu sy diajakin kawin sama anak orang sementara saya masih brondong dan masih polos (?) Hahaha. Gak baper sih waktu itu.. gak pake perasaan juga. Karna at that moment saya sadar bahwa saya belum siap menikah, so i had to keep my heart clean from “wrong” feelings. I closed the door for any guys who knocked. Tulisan berjudul “titik hampir” (silakan search ya) adalah tulisan yang menunjukkan bahwa saya sukses utk tidak mencintai siapa-siapa disaat itu.

Lalu kemudian genre semangat kebanyakan saya tulis di taun 2011. Saat itu i had one big project ngurus anak-anak jalanan. Sebenarnya ngurus anak jalanan ini udah saya kerjakan dari SMA, tapi rasanya ditahun 2011 itu saya benar2 serius. Sering banget nangis dipojokan mikirin anak-anak. Sering pulang jam 12 malem demi keep in touch sama mereka. Sering nongkrong di pinggir jalan mantengin mereka saat ngamen. Yah, mahasiswa bangetlah.

And when 2012 coming..
Sy dikhitbah oleh cowo yg baru sy kenal akhir 2011. Why? Karna saya suka cara dia menghargai saya. Dia gak pakai janji manis ini itu. He just came to my father and said that he wanted me to be his partner in life. Dan dari situ genre blog saya berubah jadi penuh romansaπŸ˜…πŸ˜…. Contohnya tulisan ini, https://ucimaruci.wordpress.com/2012/06/20/menikah-denganmu-the-day/ and i am just wondering, sampe detik ini, setiap saya membaca tulisan ini, kok ya hati saya bergetar2, bereuforia, dan perasaan cinta itu tetap muncul dengan kuat, sama seperti dulu saat saya baca pertama kali.. maybe this was the power of words, i think. Saya masih suka terharu baca tulisan romance saya diblog ini.

And now, Genre agak berubah setelah saya dan suami merintis bisnis. Pengennya nulis ttg bisniiiisssss terus. Tentang omset. Tentang karyawan. Tentang produksi. Heuheu. Tapi blum kesampean nulisnya karna saya terlalu sibuk. Hopefully oneday i can write all about my business, not only on blog.. tapi juga dalam bentuk buku yg menginspirasi banyak orang. *banyak maunya nih uci*wkwk

Appreciate you.

Gausah pusing mikirin penghargaan dari orang lain, even from your closest one. They will never realize how hard you try until they wear your own shoes and wear your own glasses eye.

Be proud of yourself and let Allah judge you next. Sometimes you think you have done great, doing your job well, but someone you expected to be happy for what you’ve done, in fact, she didn’t apreciate you. Be calm. Dont be sad. Allah count it with excellent!

Just keep in your mind that every single thing will be counted! Nothing was created without function. Even a little sweat-streaming down your face-, it has a function. It can save you in the judgemental-day. It can say to Allah.. that you’ve done your best in life. And you’ll be safe as long as you do everything for the sake of allah. InsyaAllah.

dear hubby, hopefully my writing can occur your hurt. I am Sorry for not being a wise and good wife for you 😦 Sorry for not appreciating what you’ve done for me. You did everything well, my dear. It’s just me who cannot see clearly what you’ve actually done for making me, Gi, and Enca happy.

In my deepest lobe of heart.. i admire you since the first time we met. I love you yesterday, today, and forever. I proudly say, you are my man.. and always be…… my man.