Cinta, Menurutku

Entahlah tulisan ini disebut apa namanya. Karena setelah beberapa saat aku membolak-balik ingatan, masih saja tak kutemukan kategori yang pas untuk tulisan ini. Esai? tentu saja aku tak sedang menjabarkan pandanganku yang kian sempit. Cerpen? sejujurnya tak pernah kutemukan cerita utuh di dalamnya. Puisi? puisi macam apa jika diksinya begitu datar?!

Ya, mungkin ini hanya seurai monolog, curahan emosi jiwa yang tak pernah bisa kucelotehkan. Tentang aku padamu, kamu padaku, aku padamu, dan kamu padaku. Tentangmu, tentangku… menurut logikaku, menurut ketidaknormalanku.

Beberapa detik aku menepuk dada, berharap baumu pergi dari kamar-kamar jantungku. Tapi semakin kutepuk, semakinlah engkau mengakar di dalamnya. Pekat.. dan semakin pekat. Sampai-sampai tak seinci pun sel tubuhku yang menjadi murni dibuatmu.

Salah siapa? Tentu ini bukan salah siapa-siapa. Tak harus ada uraian logis tentang ini. Kau mengendalikanku, dan aku menyenanginya. Itu saja.

Saat ini mari berkata lebih lugas, karena kata-kataku kemarin ternyata tak lekas merembesi otakmu. Aku mengaku ini tentang cinta, dan aku hampir tak kuasa mengakui bahwa ini tentang cinta.

Cinta,

Cinta menurutku… bukan apa-apa. Aku boleh mengatakannya biru kalau kumau, atau jingga kalau kusuka. Tapi untuk kali ini, cinta bagiku adalah kamu.

Tak perlulah ada alasan atas ini. Karena tentang kamu, berarti aku berbicara tentang cinta. Dan berbicara tentang cinta, rumus-rumus keramat pun tak pernah terhadiahi nobel. Pemikir-pemikir handal pun tak lekas rampung menteorikan cinta.  Bahkan ilmuwan sekaliber Einstein pun angkat tangan jika dihadapkan pada cinta. “Gravitation is not responsible for people falling in love,” ujarnya menyerah.

Aku mengagumimu, dan kau menikmati kekagumanku. Kau mungkin mengagumiku, dan aku pasti akan menikmati kekagumanmu. Aku menyukaimu, namun hanya aku yang tahu. Dan jika engkau pun menyukaiku, itu hanya engkau yang tahu. Aku menyukai ketidaktahuanku, dan kau tampak menyenangi ketidaktahuanmu. Itulah cinta menurutku. Tak perlu ada alasan, tak perlu ada yang tahu . Nikmati saja.

14 thoughts on “Cinta, Menurutku

  1. memang tingkat 4 itu saatnya mencari cinta, Dek… Hayooo, disegerakan… Gak bagus kalau sudah diantri banyak orang mah dek… Hhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s