[a talk] Menunggu Ramadhan

Menit menendangi detik. Lalu malam menggusur sore ke pojok langit. Ya, di pengawal malam yang begitu dingin, tak ada sesuatu pun berdetak kecuali dua hal, arloji…dan hatiku.

Hatiku berdetak hebat bukan lantaran menunggu seseorang yang kucinta. Tak pula menanti secangkir coklat panas. Aku menunggu bulan, bulan yang jauh lebih mempesona dari seribu bulan, Ramadhan

Malam ini adalah bulan Rajab, bulan nan juga agung. Semakin bergulir pasir-pasir waktu mendekati Ramadhan, semakin kuat pula detakan hatiku. Bukan karna apapun, semua hanya karena… aku rindu Ramadhan. Continue reading

Advertisements

Tetep, Kriteria Utama adalah Agama

2Juni 2011, 12.29 AM.

Hari ini, ketika perasaanku bercampur-aduk antara bingung, cemas, capek, gelisah, cinta, suka -dan aku tak pernah tahu rasa apa yang dominan-, akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi seorang sahabat. Ingin rasanya kucurahkan segala unek-unek ini. Ingin rasanya kukatakan padanya bahwa aku bosan terus menerus begini. Tak tentu. Tak jelas. Tak pasti.

“Satu saja pesanku  buatmu, Ci. Istikharah dan lihatlah di antara mereka siapa yang paling baik agamanya. Gak perlu ragu untuk memilih cowok sholeh, sejelek atau semiskin apapun ia. Jangan kayak aku, Ci.”

Dia melanjutkan, “Hanya karena masalah gak penting, calonku membatalkan pertunangan. Pernikahan bagi dia sepertinya bukan untuk beribadah. Pemikiran dia tentang menikah terlalu kerdil, Ci.” Sahabatku ini lalu menjabarkan detail-detail pembatalan pertunangannya yang tentu saja tak bisa kujelaskan disini. Continue reading

Wanita Bunting Diekori Tiga Bocah

Malam. Sepoi angin berhembus semrawut. Memasuki cecelah mantel rajut setebal selimut. Ah, malam memang selalu berulah kalang kabut. Membuat bulu-bulu betis takut dan urat mengerut.

Malam kerap membunuh ekspresi dan warna-warna. Menghitamkan apapun yang ada. Menyembunyikan senyum kamboja. Menutup elok kupu-kupu Rama.

Rembulan di kala malam. Bulat sempurna merajai hitam. Bertengger angkuh di gelapnya lelangitan. Rasanya ia begitu busung dada. Padahal usut punya usut, mataharilah yang membuatnya bercahaya dan aduhai mempesona.

Adalah paling buruknya malam itu. Termenyedihkan dan termengenaskan sehaluan waktu. Kau harus tahu, lalu mengambil hikmah. Kau harus belajar, lalu mengerti bahwa malam menyimpan sejuta kisah kelam. Continue reading