On The Night Like This

On the night like this
There’s so many things I want to tell you
On the night like this
There’s so many things I want to show you

Cause when you’re around
I feel safe and warm
When you’re around
I can fall in love every day

In the case like this
There are a thousand good reasons
I want you to stay…

-Mocca: On The Night Like This-

This slideshow requires JavaScript.

Bersama kalian,

aku jadi tak punya alasan mengeja duka

Bersama kalian,

aku jadi tak punya nyali menimpali takdir

Bersama kalian,

aku berkenalan dengan kehidupan 🙂


Menipu Tuhan

“Apa isi ranselmu, Elang?” segelegar suara terasa menjejali telinga. “Bukan apa-apa” aku mengelak. “Apa isi ranselmu, Elang?” Semakin tegas. Keras sekali membombandir lubang telinga. “Bukan apa-apa.” aku kembali mengelak. “Apa isi ranselmu, Elang Wibowo?” repetisi ketiga. Hampir saja memecah gendang telinga. “Ini apel.” aku mengaku. Suaraku merendah. “Darimana kau dapatkan apel itu?” “Kubeli di pasar.” Ucapku lugas. “Kau berbohong. Kau akan masuk neraka!”

***

Tubuh-tubuh dalam kelas. Tubuh-tubuh kecil terbungkus kain merah putih. Tubuh-tubuh berkaos kali melorot dan bersepatu kumal. Tubuh-tubuh berperut kembang kempis. Tubuh-tubuh bergerak bagai undur-undur. Satu tubuh berlari seperti anak kucing, dikejar satu tubuh lain yang lebih cocok disebut kudanil. Satu tubuh melompat-lompat, dua tubuh lainnya memutar-mutar kepangan karet. Di pojok kelas, satu tubuh duduk bertopang dagu, tubuhku. Continue reading

[a live]The Strangers

Saya biarkan kata-kata mengalir deras dari jiwa. Tanpa metafora, tanpa rekayasa. Tak seperti tulisan yang lalu-lalu, kali ini saya tak hendak memilih kata-kata indah, atau membenah ulang rangkaian kalimat demi kalimat. Saya hanya ingin tulisan ini mengalir apa adanya.

Mari kita mulai. Seseorang mengatakan, “Just set it free. If it comes back it’s yours. If not, it wasn’t meant to be.” Ah, kata-kata yang terlalu teoritis. Kata-kata yang memang terbukti benar namun tak aplikatif. Serius, saya benci! Benar-benar membenci kata-kata itu.

Terlalu sering saya kehilangan teman. Dan tentu saja, tak mudah bagi saya untuk mengatakan if it comes back it’s mine and if not, it wasn’t meant to be. Teman bukanlah duit recehan yang bila jatuh masuk got lantas dengan ringan bisa saya ikhlaskan. Teman, sebuah kata yang melibatkan elemen-elemen hati di dalamnya. Continue reading