[a thought] Kontemplasi

Ada masa dimana saya lebih memilih memarginalkan diri. Sendirian tenggelam dalam imaji. Berkontemplasi tentang arti berdiri saya disini, di bumi ini. Pernah saya coba menelisik eksotika alam raya dan kerumitannya. Tentang mengapa filosofi piramida atau paradigma menjajah begitu kuat mengisi otak-otak manusia modern, padahal mereka bukan penganut majusi atau paganism? Atau tentang mengapa ada orang seperti Irshad Manji? Terlebih, mengapa ada manusia-manusia yang setuju dengan dia? Continue reading

[Menikah Denganmu] The Day

“Cepatlah tidur,” ujar Ibu.

“Sebentar lagi.” Aku memelas.

“Udah jam 11 lho, Dek” kakak perempuanku ikut-ikutan menimpali.

“Emmm,” mataku memicing. Masih berantakan. Ya, semuanya masih berantakan. Bunga-bunga yang baru dikirim tadi sore masih terdampar di pojok aula. Ratusan kursi tertumpuk acak di dekat pintu. Piring-piring terdengar berdentangan karna masih dirapikan. Begitu pula gelas, sendok, dan guci-guci. Continue reading

[a thought] Perjanjian atau Cinta?

Tentang cinta. Lagi-lagi saya mengoceh tentang cinta pada Anda. Orang bilang ini menjemukan. Terserah. Karna sejatinya, pun hingga di akhirat, cinta akan tetap menjadi topik yang renyah dan popular. Allah menghidupkan alam raya lantaran Allah-cinta. Islam terbangun lantaran Rasulullah-cinta. Pun surga, dibangun untuk para pecinta. Saya kemudian bertanya, mengapa kita masih berpura-pura menabukan cinta? Dan menutup telinga seolah cinta adalah barang hina? Hei, Nona… Dunia lahir atas nama cinta. Dan semestinya pula hubungan antarmanusia dibangun atas dasar cinta. Tak perlu malu membicarakan cinta. Continue reading