Ada Apa Dengan Wanita?

“Laki-laki senang memberi perlindungan pada wanita. Sayangnya, wanita kerap tak berterima kasih atasnya.”

Itulah kata-kata yang saya lahap pagi ini. Sambil menyeruput sekotak susu dus, saya berkelana ke beberapa situs menarik di internet dan menemukan kalimat tersebut tersemat di salah satu artikel. Saya tertarik pada kalimat, “Wanita kerap tak berterima kasih atasnya.” Oke, mari kita bahas, ada apa sebenarnya dengan wanita?

Saya terlebih dahulu akan menelaah perihal sifat dasar pria yang gemar melindungi. Hal ini tidak saya pungkiri, karna pada dasarnya saya pun termasuk salahsatu dari sekian juta wanita di dunia ini yang mendapat perlindungan dan bantuan dari para pria. Continue reading

Advertisements

[a word] Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan magfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiam dan membaca kitabNya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum faqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihani manusia anak-anak yatimmu.

Tugas Akhirku

Pemandangan di luar jendela Lab KBA.

Sore ini

Tugas akhirku tersendat lagi. Tapi tak apa. Karna sungguh menyenangkan mengerjakan Tugas Akhir dengan suasana hati seperti ini. Tak seperti beberapa bulan lalu. Menginjakkan kaki di lab saja sudah membuat kepalaku berputar-putar. Pusing!

Aku tak menyesal. Keputusan menunda mengerjakan TA beberapa waktu lalu insyaAllah adalah yang terbaik menurutku. Buktinya, mengerjakan TA kali ini terasa begitu berkesan dan menyenangkan. Aku bahagia! Continue reading

Just Because We are Woman

Malam semakin melarut. Bising-bising TV di kamar sebelah telah berhenti sejak tadi. Tak ada lagi lampu-lampu yang dinyalakan. Sementara deruman kendaraan-kendaraan di depan rumah semakin mendekati titik sunyi. Senyap.

Dago, Bandung, di tengah malam memang selalu begini. Selalu saja membuat perasaan hati bergejolak hebat. Aroma dinginnya, keluasan langitnya, belaian angin malamnya, ah semuanya mampu membangkitkan perasaan-perasaan hati. Apalagi di kamarku ini, semua perasaan selalu saja menjelma dalam kata. Gundah, cinta, luka, rindu, bahkan perasaan abstrak sekalipun, semua selalu dapat tercelotehkan dalam kata. Continue reading

Titik Hampir

Kau pikir menyenangkan, mengulum kopi pahit berlama-lama di mulut asammu? Kau pikir mengagumkan, berkata ‘tidak’ untuk sesuatu yang seharusnya kau ‘iya’kan? Sungguh, seperti itulah cinta bagiku. Cinta… kosakata yang entahlah, aku tak pernah mengerti seperti apa cara kerjanya.

Aku tak pernah jatuh cinta.¬†Aku pun tak tahu bagaimana rasanya cinta larut di darahku. Karna selalu saja, cinta berhenti di titik ‘hampir’. Ya! hampir jatuh cinta.

Tak perlu jujur, karna Tuhan jauh lebih tahu. Bahwa menghentikan cinta jauh lebih pahit dari sekadar menyeruput kopi tanpa gula. Ah, cinta. Membuatku menghena nafas panjang.

Aku memang selalu menang melawan cinta. Selalu dapat berdiri kembali meski limbung. Tapi itu kemarin. Untuk hari ini dan masa depan? Aku tak menjamin. Aku tak tahu apakah cinta tetap akan berhenti di titik ‘hampir’. Continue reading