Kenapa Perlu (Pake Banget) Nyari Istri dari Jurusan Farmasi

Halloo..halloo.. well, perlu saya akui bahwa tulisan kali ini sepertinya memang akan sedikit tendensius, penuh subjektivitas, dan diwarnai modus-modus (?) Hehehe. Selamat menikmati doktrinasi dan jeratan maut dari tiap-tiap kalimat yang saya suguhkaaan 🙂

Kenapa perlu banget nyari istri dari jurusan Farmasi? Oke, sebagai paragraf pembuka, saya mau mendeskripsikan terlebih dahulu kondisi real seputar mahasiswa Farmasi. Perlu anda ketahui bahwa Farmasi ITB adalah salah satu jurusan/program studi terfavorit di ITB. Hal ini ditunjukkan dengan passing grade SNMPTNnya yang termasuk 5 besar setelah FTI, STEI, dll *maaf, kalo info yang ini kurang apdet*. Berbondong-bondong orang berlomba untuk mendapat titel kehormatan sebagai mahasiswa Farmasi ITB. Di jaman saya saja, untuk dapat menduduki satu kursi mahasiswa farmasi, Anda harus bisa menyingkirkan 34 pesaing lainnya. Yap, sebut saja 1 banding 34. Ngeri kan?kan?kan? *maksa*

Letak gedung Farmasi sangat ‘strategis’, menghadap langsung ke Plaza Widia-kolam indonesia tenggelam yang merupakan center kampus ITB. Di sebelah kiri bertetangga dengan gedung teknik Elektro, di arah jam 12 bersebrangan dengan gedung Fisika Teknik serta Teknik Informatika di arah jam 11 *thats why saya katakan ‘strategis’: gedung farmasi diapit oleh 3 gedung yang mayoritas mahasiswanya cowok.hehe* Keempat gedung ini sering disebut ’empat labtek’ dimana mahasiswa-mahasiswanya sering mengadakan kegiatan bersama seperti donor darah dan lain-lain.

Jadwal perkuliahan di Farmasi ITB sangat ‘cewek’ banget menurut saya. Gak seperti jurusan teknik yang kononnya sering ada perkuliahan malam, di Farmasi biasanya KBM berakhir maksimal jam 5 sore. Kuliah diawali jam 7-11, dilanjutkan dengan praktikum dari jam 1-5. Ya, kurang lebih begitulah. Kegiatan kemahasiswaan juga selalu diusahakan agar tidak sampai larut malam, dan kalaupun ada kegiatan yang harus berlangsung sampe malam maka dengan senang hati, para cecowok yang populasinya terbatas di jurusan ini akan mengantarkan para cewek sampai rumah. Hehe.

Karena pharmacist itu adalah sebuah profesi di bidang kesehatan, jadi ilmu tentang anatomi fisiologi manusia, all about penyakit, obat-obatan, lifestyle sehat, dan semua hal berkaitan dengan kesehatan sudah menjadi makanan sehari-hari kami. Praktikumnya pun jelimet, ribet, memerlukan ketelitian, dan untuk beberapa praktikum harus dilakukan dalam kondisi steril. Kekuatan ingatan sangat diperlukan saat belajar di Farmasi.

Well then, dari jabaran saya di atas, berikut ini alasan-alasan kenapa perlu *pake banget* nyari istri dari jurusan Farmasi (ITB yaa, khususon). *Tariiiik nafaaas..hembuskaaaan…*

1. Karna passing grade dan peminatnya yang tinggi, maka udah gak diragukan lagi dooong kualitas mahasiswi Farmasi (?) Yup, saya bisa menjamin bahwa seluruh mahasiswa Farmasi ITB tuh cerdassss!!!! Cucok banget untuk dijadiin mommy untuk anak-anak Anda kelak. Gak mau kaaan punya istri blah bloh? Hehehe *ngelus dada * *mulai narsis*

2. Karna letak gedung Farmasi yang strategis, so, mahasiswa Farmasi punya pergaulan yang luas Men! Ada sisi positif negatifnya siiiy. Positifnya, kebanyakan mahasiswa Farmasi tuh supel, gahol, gak odong, dan gak cufu. Negatifnya, karna pergaulannya yang luasss, mahasiswi Farmasi jadinya laris manis *tsaaah*. Makanyaaa, kalo Anda punya gebetan anak Farmasi, buruaaaaan lamar dan ajakin nikah!!! Takut kehabisaaan *-_- emangnya barang?*

3. Perkuliahan yang padet dan teratur selama 4 tahun membuat mahasiswa farmasi terbiasa dengan keteraturan dan manajemen diri. Udah terbiasa banget bangun pagi dooong, lha wong kuliahnya slalu jam 7 hehehe. Cucok kan buat dijadiin istri? Mosok punya istri hobby bangun siang? Sarapan apa dong anak-anak ntar?

4. Karna lembaga kemahasiswaannya gak rekomenin mahasiswanya pulang malem, so, jarang banget mahasiswa farmasi yang seneng keluyuran malem. Ya iyalah, setelah seharian bejibaku dengan academics stuffs, mau gak mau malem harinya mahasiswa farmasi harus duduk manis ngerjain tugas atau belajar. We have no spare time mameeeen! Dipikir-pikir, berabe juga ya kalo punya istri suka keluyuran malem. Gak ada yang ngelonin!

5. Karna mayoritas cewek, mahasiswa farmasi mau gak mau harus mandiri. Temen saya aja pas jaman TA dulu suka ngangkut 20 liter aquades dari PAU ke gedung farmasi. Yaaaa, mau gimana lagi. Masa minta tolong ke sesama cewek? Hehehe. Nah, hal ini bagus banget lho bagi anda yang sering tugas keluar kota. Istri bisa menghandle semua kerjaan ringan hingga berat slama anda pergi. Hehe.

6. Terakhir, dan poin paling penting yang gak dimiliki jurusan lain di ITB adalah, mahasiswa farmasi adalah makhluk yang sangat mengerti tentang kesehatan. Hal ini sangatlah krusial jika Anda ingin mempunyai keluarga yang selalu sehat, camprenik, jauh dari kekuleuheuan (?) dan bahagia sentosa. Percaya deh sama saya. Menikah dengan tenaga profesional kesehatan cem dokter, farmasist, perawat, bidan, dll itu adalah anugerah tersendiri. Apalagi jika Anda basically ngeblank tentang kesehatan, maka mencari istri dari jurusan Farmasi adalah solusi cerdas dalam hidup Anda. Gakgakgak*evil laugh*

Selamat mencoba!

Note: kesamaan tokoh, tempat, dll bukanlah kesengajaan. Saya hanya ingin menyadarkan anda betapa mahasiswa farmasi itb itu adalah mutiara di antara kubangan lumpur.uhuks. Dan satu lagi, karena mahasiswa farmasi adalah makhluk yang rendah hati, maka dari itu, kami tidak suka mengumbar-ngumbar kelebihan kami ke orang lain! *hasyaaah*

#manggut2sendiri
#guebangetttss

Dua Lima

Sudah sejak lama kuhentikan mengharapkan sesuatu yang tak kau punya dan sudah sejak lama pula kuterima semua hal yang menjadi bagianmu. I love you. (18 Mei 2013)–

“Terima kasih,” pada kedipan mata yang kedua kau mengucapnya. Senyumku mengembang tiga jari, lalu aku beranjak ke dapur, membuatkan teh hangat tanpa gula, secangkir saja. Kau mulai menghabiskan sarapan buatanku, tanpa memerlukan balasan kata atas terima kasihmu itu. Ya, ini sudah biasa terjadi di pagi hari. Kuhidangkan makanan lalu kau berterima kasih. Dan senyumku di setiap pagi, adalah tingkah laku yang lebih bermakna dari sekedar kata “kembali kasih.” Begitu katamu.

Aku berbahagia. Tuhan telah menciptakan makhluk sepertimu, yang slalu berterima kasih padaku, atas apapun, sekecil apapun. Saat kusiapkan baju untuk ke kantor, kau berterima kasih. Kusisirkan rambut dan kukancingkan kemejamu, lagi-lagi kau berterima kasih. Dan ketika kulepas keberangkatanmu dengan ucapan doa atas pekerjaanmu hari itu, kau tetap saja berterima kasih. Kau.. selaluuu saja berterima kasih! Ini membuatku malu. Sungguh tak ada apa-apanya perlakuanku dibanding perlakuanmu padaku. Ah, aku hanya mampu berbakti sekecil itu. Maafkan aku.

Kau sudah genap dua puluh lima tahun, sayang. Dan diantara keindahan urusan dunia, bagi kita, doa adalah kosakata paling megah. Doa mengubah fantasi menjadi nyata. Doa mengubah keinginan menjadi peristiwa-peristiwa kenyataan.

Mari tidur di pangkuanku malam ini, seperti malam yang sudah-sudah. Akan kembali kubelai helai rambutmu. Akan kembali kupijat dahimu yang kelelahan. Dan ketika kau mulai lelap, aku akan mulai berbicara pada Tuhan.

“Tuhan.
Kau lebih tahu dari aku, bahwa laki-laki ini mencintaiku karena Engkau, serta menjamin hidupku dan keturunanku atas izin Engkau. Maka cintai dia, dan perintahkan seluruh alam raya ini mencintainya. Mudahkan cita-citanya. Jadikanlah ia imamku yang bertakwa, yang istimewa.”

Dan doa-doa lainnya akan kupanjatkan secara pribadi saja pada Tuhan: tentang mimpi-mimpi yang gemar kau celotehkan padaku, tentang anak-anak kita yang kau inginkan keberkahan tersemat di nasib-nasib mereka kelak, tentang apapun hal baik yang kuinginkan Tuhan memberikannya padamu–tanpa seekor semut pun berhak mendengarnya.

Ah, sayang..saat aku menulis ini, usiamu telah benar-benar genap dua puluh lima. Dan pada tiap-tiap sisa usiamu *meski kelak uban-ubanmu bahkan sudah rontok, punggung persegimu mulai gontai, perutmu buncit, otot-otot lenganmu keriput, dan bahkan kau sudah sulit sekali mengingat nama buyut-buyutmu* aku selalu ingin ada disana, menyaksikan tingkah lakumu lalu mengomelimu yang masih saja manja padaku: meminta aku membelai rambutmu saat kau menonton tv sepulang kerja.

Aku kehabisan kata-kata, dan ketika aku mulai kebingungan atas ide-ide cerita yang tak kunjung tiba, kembali kau mengatakan padaku, “Senyummu, bagiku, adalah tingkah laku yang paling bermakna. Tersenyum sajalah, maka duniaku seketika akan menjadi indah.”

I could bottled the smell of the wet land after the rain
I’d make it a perfume and send it to your house
If one in a million stars suddenly will hit satellite
I’ll pick some pieces, they’ll be on your way

In a far land across
You’re standing at the sea
Then the wind blows the scent
And that little star will there to guide me

If only I could find my way to the ocean
I’m already there with you
If somewhere down the line we will never get to meet
I’ll always wait for you after the rain

(After the Rain, Adithya Sofyan)

image

Kue surprise ultah ke25

Perayaan April Kedua: April 2013

image

Bakar sate malem-malem

Dalam rangka ngerayain satu tahun pernikahan, tadinya abang mau ngajak makan malam di tempat romantis. Dari jauh-jauh hari abang udah browsing di internet, udah nanyain rute jalannya, yaa pokoknya semuanya udah direncanakan dengan matang. Saya waktu itu cuman terima jadi aja.

Time flies…
Di tanggal 7 April ternyata saya gak bisa pergi kemana-mana. Maklum, waktu itu masih masuk trimester awal kehamilan, jadi sometimes i feel good, vais versa. Dan kamipun memutuskan untuk istirahat di rumah.

Besoknya, karna saya gak enak telah membatalkan jadwal pacaran di minggu malam, akhirnya saya mengajak abang bakar sate! Wuih, aseeek kaaan??hehe. Saya mulai menyiapkan semuanya sejak abang di kantor. Abang pun membantu beliin arang pas pulang kantor. Sehabis magrib, kami mulai bakar-bakar sate di pekarangan rumah, di bawah pohon jambu. Hihihi, it’s romantic!

Jam demi jam berlalu dan kami menghabiskan waktu di pekarangan rumah sambil mandangin langit dan mengobrol ringan *tetep sambil ngipas-ngipasin sate*.. seneng banget deh rasanya =) and at one moment abang bilang, “De, adek dan calon dede bayi adalah hadiah terindah bagi abang….” he smiled and i knew he felt so happy that night.

Semenjak setahun yang lalu Tuhan telah berjanji, manakala sampai perjalanan kita di bulan April, maka sebagai kompensasi, Dia akan melipatgandakan cinta, kasih sayang, dan kebahagiaan kita.

And He seems to fulfill His promise..
Saya merasakan kebahagiaan yang berlipat ganda. Ah, Engkau memang selalu baik ya Allah 😉