Babi Jantan

Alkisah, dua orang suami istri yang baru menikah sedang mengobrol di kamar sambil bercanggung-canggung ria. Sebagai ice breaking, sang suami pun mengajak istrinya main tebak-tebakan.

Suami: sayang, main tebak-tebakan yuk! 
Istri (sambil malu-malu): Hayuuuk..
... Sang suami lalu membombardir istrinya dengan pertanyaan-pertanyaan lucu yang satu pun tak bisa dijawab...


Suami: Masa abang terus yang nanya, adek kasi abang tebakan dooong.
Istri (dalam hati):  Aduh. Apa ya? Hmmmmm... *mikir lama banget*
Suami: ayo dong sayaang
Istri: eh..hmmm..anu.. Gini... pertanyaan apa yang jawabannya "Babi Jantan"?????
Suami: Hah? Kok dibalik? Kok yang ditanyain justru pertanyaannya?
Istri: Errr...hhmmm.. soalnya adek cuma inget jawabannya, pertanyaannya lupa. Makanya adek tanya ke abang..hihi
Suami: (-____-")

........sebulan kemudian.....
Suami: Dek, abang masih penasaran. Pertanyaan apa yang jawabannya Babi Jantan?
Istri (Shocked): Yaampuun. Sayang masi penasaran? Sini adek bisikin..
"Babi apa yang gak haram?" 
jawabannya Babi jantan, karna babi jantan tidak mengandung babi.

Istrinya pun kabuuuur

Advertisements

Kisah Tentang Seorang Farmasis yang Gagal

Salah satu tugas utama seorang Farmasis adalah mengatur jadwal minum obat pasien. Berikut kisah seorang farmasis yang telah gagal melayani pasiennya (suaminya.red):

Farmasis: Abang, obatnya dimakan 3 kali sehari ya. Nanti malem adek ingetin lagi buat minum obat.

Pasien: iya, sayang. Makasi ya 🙂

…dan malam pun tiba…..

Pasien: Sayang, kapan nih abang harus minum obat???

Farmasis: zzzzzzzzzzz *tidur

Pasien: (-__-“)

Dan saat pagi menjelang, si farmasis pun merasa telah gagal menjadi seorang farmasis (>,<)

Romansa 7

Katanya, secara non saintifik, mencintai dan dicintai selalu punya ruangnya sendiri-sendiri –seolah keduanya adalah species yang menjadi alergi ketika bertemu satu sama lain–. Menyedihkan memang. Lebih tepatnya: mengenaskan. Bayangkan, misalnya aku dicintai olehmu tapi aku mencintai Sungai. Sungai dicintai olehku, tapi ia mencintai Ombak. Ombak mencintai Langit, Langit mencintai Senja, Senja mencintai Hutan, dan selalu begitu seterusnya. Orang menyebutnya, bertepuk sebelah tangan. Sungguh tragis, bukan? Continue reading