April Keempat

April keempat means everything for me. Masya Allah! I’ve been living with him for 4years! 😍😍😍

Tahun lalu aku nulis ttg april ketiga diblog ini, link: https://ucimaruci.wordpress.com/2015/01/11/april-ketiga/ yang mana tulisan ini nunjukin bahwa aku masih saja amazed dgn kehadiran suamiku di hidupku. Hehe. Even today, when i am writing this, i am just still amazed that he is my husband *blessed mode on*

Life that we are living today rasanya lebih seru dan menantang. Tanpa terduga akhirnya we decided to stay here. Didesa kelahiran sayaa! Sempat membuat kegaduhan sih di desa ini, karna kami pindah ke desa dengan titel “pengangguran” hahaha..

Disini memang bukan hanya dinding yang bisa bicara. Padi, rumput, bebatuan, angin, tetangga dekat, tetangga jauh, pak RT, pak RW, semuanya bisa bicaraπŸ˜‚πŸ˜‚. Jadi kebayang kan gimana hebohnya when they know that us, me and my husband, memutuskan utk menumpang di rumah ortuπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Betapa ibanya mereka pada kami. Tak sedikit dari mereka yang bertanya, “suaminya neng Uci ga kerja?”

Tapi itu ga mengganggu kami sih (walaupun mungkin sebenarnya mah mengganggu ortu kami) hehe. Sampe akhirnya isu itu hilang seiring dengan isu baru yg berhembus, “suaminya neng Uci resign dan memilih utk berwirausaha.” They knew! Tentunya tanpa saya beritahu. *efek pedesaan.wkwk*

Yap. Kami sudah berada ditahap ini. Meninggalkan dunia yang dulu dan mulai menjalankan aktivitas yang baru. BERDAGANG. And it sounds delicious!😜😜😜😜

Banyak sekali yang bertanya perihal ini pada saya dan suami.. why oh why.. why we chose this kind of life? Well.. Alasan utama dan satu-satunya adalah: KAMI INGIN PUNYA WAKTU YANG FLEKSIBEL, BANYAK, DAN BERKUALITAS DALAM MENGURUS DAN MENDIDIK ANAK-ANAK. Karna bagi kami, amanah anak ini adalah amanah terberat.. dan kami harus bisa mengerjakan amanah ini dengan sangat baik.

Alasan lain? Gak ada😊. Benar-benar gak ada.  Doakan saja ya supaya kami bisa tetap walk our words. Doakan segala sesuatunya lancarrr. Aamiin

Here we come.. di April keempat.. semoga selalu sakinah mawaddah warahmah😊😊😊

BUDAYA NGEBULLY

TAU BEDANYA BULLY DAN KRITIK?
Kalo ngasi masukan, komplenan, even cercaan ke seseorang via medsos, diumbar kemana-mana, dan mostly tanpa tabayyun dulu ke orangnya, itu namanya ngebully.

Kalo ngasi masukan, ke jalur yang benar, misal via japri, via customer care (utk urusan bisnis), tanpa diumbar, tanpa perlu seluruh dunia tahu, itu namanya mengkritik.

You choose. Mau mengkritik atau ngebully. But at my point of view, critic never failed anyone. Sementara bully gak akan menghasilkan apa-apa.

Bijak ya dalam mengkritik 😊
Semua hal ga bisa sesuai keinginan kamu loh.

Gagal paham sama orang yg doyan komplen thd sesuatu lewat medsos/kaskus. Kamu dapet apa sih dari kegiatan lucu kamu itu? #emakngomel