Hardest Time

Udah lama banget gak nulis dan blog ini udah jamuran >.<

Hi. Whatsapp?
Eh, whats up? *kebanyakan chatting.wkwk.

Long time no see my dear diary! Maaf ya akhir-akhir ini aku (sok) sibuk banget. Kalo kata bapa aku sih pengangguran banyak acara, gak gawe tapi sibuk kemana-mana. Tsah.

Hufh..
Life is getting harder lately. Perjuangan ngemong dua bayi sambil merintis bisnis itu ternyata emang gak mudah cyn. Pantes aja kmaren beberapa friends-sealmamater bilang this is the hardest time! Emang bener banget ternyata. Both Gi and Enca need me, so does Ucimaruci. Dan aku tentu saja menjadi babak belur. Harus ngejalanin semuanya perfectly (sebisa aku). Huks.

Cape? Pastinya.
Menyerah? Never.
Why? Karna passion aku emang disini. I am enjoying my life rite now. Meski cape dan rontok.hehe.

Seneng banget bisa aktualisasi diri tanpa harus pergi ninggalin rumah, terutama anak-anak. Seneng bisa selalu kasat mata terlihat oleh anak-anak, ada disaat mereka butuh, main seharian, stand by deket mereka 24 jam. And of course i am a proud wife of Gilang Ramadhan! Orang yang selalu mendukung dan mengabulkan apapun yang aku inginkan.

Seneng deh karna dia,suamiku, selalu berusaha mengabulkan mimpi-mimpi aku: menjadi full time mom sambil ngerjain hobi. Iya, itu yang dulu dia katakan saat masih taaruf, "suci boleh melakukan apapun yang suci mau untuk aktualisasi diri, tapi itu bukan untuk mencari nafkah ya. Nafkah mah urusan abang." Begitu katanya.

Tapi however, kadang aku merasa down juga sih. Kalau kerjaan udah overload, jadinya pusing sendiri. *curcol. Dan kalau udah gitu, gak ada lagi yang bisa aku lakuin kecuali nangis di bahu suami.

*duh, ini aku sebenernya mau ngomong apa sih -_-

Intinya sih aku mau cerita aja, kmaren pas mau moto produk, tiba2 kameranya rusak karna dibanting kaka Gi. Sempet sedih sih, sampe aku berdiam diri di kamar. Tapi tiba-tiba suamiku masuk kamar dan dia menunjukkan layar hape. Disitu ada daftar harga kamera. "Kita beli kamera baru yuk."

And i am tearing..
Bukan karna apa-apa, tapi karna aku semakin tahu, dia gak pernah mau liat aku sedih. Dia selalu pengen mengabulkan apa-apa yang aku inginkan.hiks. dan tau gak? Malam harinya suamiku pulang telat demi beliin kamera. "Besok kita foto produk lagi yuk." Katanya.

Sejak itu aku tahu, aku harus kuat! Gak boleh cengeng, gak boleh sedih. Karna ternyata, kalau aku sedih, ada orang yang lebih sedih dari aku: SUAMIKU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s