Pagi

Pagi hari terkadang tak perlulah disambuti kicauan burung-burung nan bertengger di kabel tiang listrik itu. Tak perlu pula diembel-embeli tetesan embun bergelayutan di ujung daun jambu biji di sebelah rumah.Terkadang, ada bagusnya sesekali matahari bersembunyi di balik awan mendung sajalah sampai kebosanan. Dan langit itu, ya, langit di beranda rumah kita itu, tak usah pula berlagak manis dengan menjajakan siluet biru. Kelabu saja.Tak apa. Kubilang, tak apa!

Pagi hari yang kuingin, adalah bertemu denganmu di kali pertama aku membuka mata. Kubangunkan kau sambil terkantuk-kantuk, atau kau bangunkan aku, juga dengan terkantuk-kantuk. Aku mengekorimu dalam tiap gerakan sholat. Jika iman pasang, kita akan khidmat dan berlama-lama sholat, dan tatkala surut, aku akan merengek minta sebutir saja sholat witir. Ah, aku memang selalu merengek-rengek padamu, dan kau selalu baik padaku.

Pagi hari yang kuingin, adalah mendengar deklarasi darimu bahwa kau mulai merasa lapar. Dan satu porsi sarapan telah kusiapkan di hadapanmu. Kau dan aku makan seperti tak akan pernah ada lagi kesempatan untuk makan selain pagi itu. Ah, simpel kata, kita ini doyan makan!

Pagi hari yang kuingin, adalah memaksamu mandi pagi.
Pagi yang kuingin, adalah mengancingkan kemejamu lalu menyisir rambutmu.
Pagi yang kuingin, adalah memakaikan jaket dan helmmu lalu mengecup punggung tanganmu.
Pagi yang kuingin, aaah..cepat sajalah kau pulang dan memelukku!!!

#10 hari abinya dedebayi pelatihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s