Tak Berdaya

Jika ada yang bertanya hal apa yang kubenci dalam hidup ini, kukatakan, aku membenci ketidakberdayaan. Disaat aku menyadari betapa banyak hal yang ingin kulakukan, kudapati tanganku hanya dua. Tak bisa aku melakukan semua, membahagiakan semua, memperbaiki semua. Bahkan hanya untuk sekedar mengusap peluh mama dan bapa sekali saja, di hari ini saja, aku tak berdaya.

Ma, Pa, apa kabar disana?
Ah, kehidupan dunia nyatanya memanglah begini. Tak akan bisa kita selamanya bersama. Adalah alam akhirat, satu-satunya alam yang katanya bisa mengekalkan kebersamaan kita. Percaya padaku, tak apa kita tak bersama. Ikhlaskan saja dimensi jarak yang begitu membuat merana. Kita berpayah-payah sajalah, demi kelak bersua di surga.

Maafkan atas ketidakberdayaan ini.

Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaa nii shaghiiraa. Aamiin.

                                                                                        Serpong di pagi hari, gerimis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s