Romansa 9

Cinta melahirkan kecemasan-kecemasan. Keberanian mencintai adalah keberanian
untuk menyelesaikan rasa cemas. Kecemasan atas perpisahan, atas kehilangan.
Manusia mana yang selamanya akan selalu dibersamai kekasih hatinya? Tidak, tidak
pernah akan ada. Maka sudah seharusnya, ketika kita mencintai, kita lantas
direpotkan dengan kecemasan-kecemasan atas sebuah hal yang sebenarnya mutlak
akan teralami di kemudian hari: perpisahan. Ya, akan tiba suatu masa, dimana kita
harus meninggalkan, atau ditinggalkan. Dan sebaik-baik penyelesaian atas ini adalah
dengan berpayah-payah agar kelak dipisahkan dalam kondisi keimanan terbaik.
Sehingga sebagai imbalan, Tuhan berkehendak pula menyatukan kita dalam kondisi
cinta terbaik, di surga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s