Romansa 7

Katanya, secara non saintifik, mencintai dan dicintai selalu punya ruangnya sendiri-sendiri –seolah keduanya adalah species yang menjadi alergi ketika bertemu satu sama lain–. Menyedihkan memang. Lebih tepatnya: mengenaskan. Bayangkan, misalnya aku dicintai olehmu tapi aku mencintai Sungai. Sungai dicintai olehku, tapi ia mencintai Ombak. Ombak mencintai Langit, Langit mencintai Senja, Senja mencintai Hutan, dan selalu begitu seterusnya. Orang menyebutnya, bertepuk sebelah tangan. Sungguh tragis, bukan?

Well, lupakan. Sebenarnya, hingga pada akhirnya aku bertemu denganmu, teori itu tak lagi berlaku. Karna disaat kau mulai menggenggam tanganku kemanapun kau pergi, disaat kau mulai melindungiku dari keliaran kota, disaat kau mulai membalutku dari kedinginan malam, disaat itu pula kuakui: mencintai dan dicintai ternyata memang selalu bisa bernaung di ruang yang sama. Kita buktinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s