Romansa 1

“Tahukah kamu sayang, mengapa aku begitu suka memandang langit?” kurebahkan kepala di dadanya. Langit malam ini begitu gemerlap.

“Kenapa?” ia berbisik pelan di telingaku.

“Saat memandang langit, aku tahu bahwa sejauh apapun kita terpisah jarak, kita masih bernaung di bawah langit yang sama. Dan itu cukup membuatku lega.” aku memalingkan pandanganku pada wajahnya.

“Terima kasih, sayang…” ia balik menatapku. “Aku mencintaimu hari ini, besok, dan selamanya.” ujarnya pelan.

Bandung, 1 Juli 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s