[a talk] Easy Going vs Perfectionist

Seperti benang kusut. Terkadang saya bingung mem-figur diri saya sendiri. Semburat karakter perfeksionis yang dipadu dengan warna-warni ke-easy going-an seringkali memicu perang dalam diri saya sendiri. Seringkali terjadi tarik ulur yang ujung-ujungnya membuat saya lelah. Sisi A, sebut saja sisi perfeksionis, selalu menuntut saya melakukan segala sesuatu dengan sempurna. Seolah saya mendengar: “Kerjakan dengan sempurna atau jangan dikerjakan sama sekali!!!!” sementara sisi B, sebut saja sisi easy going, selalu ingin mentoleransi semua hal, termasuk mentoleransi kegagalan dan kekurangan yang fatal sekalipun. “Yasudahlahya. Coba lagi lain kali.” Hufffhh. Dapat dibayangkan betapa bingungnya saya. Dua hal yang bertolak belakang justru malah bercokol dalam satu tubuh yang sama. Hufffh. Baiklah. Seems i need more time to figure it out. Yeah, FIGURE-IT-OUT!!!

Tamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s