[a thought] Perjanjian atau Cinta?

Tentang cinta. Lagi-lagi saya mengoceh tentang cinta pada Anda. Orang bilang ini menjemukan. Terserah. Karna sejatinya, pun hingga di akhirat, cinta akan tetap menjadi topik yang renyah dan popular. Allah menghidupkan alam raya lantaran Allah-cinta. Islam terbangun lantaran Rasulullah-cinta. Pun surga, dibangun untuk para pecinta. Saya kemudian bertanya, mengapa kita masih berpura-pura menabukan cinta? Dan menutup telinga seolah cinta adalah barang hina? Hei, Nona… Dunia lahir atas nama cinta. Dan semestinya pula hubungan antarmanusia dibangun atas dasar cinta. Tak perlu malu membicarakan cinta.

Tak banyak yang ingin saya jabarkan. Hanya seulas pengetahuan subjektif tentang cinta. Cinta dalam sudut pandang saya yang serba terbatas. Ya, sudut pandang yang sedikit banyak mungkin bisa membuka wawasan baru Anda tentang cinta.

Pernah saya ditanya mengapa saya mencintai suami saya. Saya jawab, karna Allah telah menakdirkan beliau menjadi pendamping hidup saya, maka saya mencintainya. Lalu saya kembali ditanya, tak adakah alasan lain? Pasti ada alasan lain mengapa saya mencintai beliau. Seperti misalnya karna shaleh, atau baik, ganteng, cerdas? Saya hanya tersenyum dan mengatakan, suami saya memang shaleh, baik, ganteng, dan cerdas, tapi itu bukan alasan mengapa saya mencintai beliau. Saya mencintai beliau karna beliau adalah suami saya.

Tak perlu ada alasan logis untuk jatuh cinta. Justru ketika cinta terintervensi oleh variable situasi dan kondisi (misal: ganteng, dan alasan lainnya) maka cinta tak ubahnya sebuah perjanjian (deal bisnis) saja, yang jika variable-variabelnya berubah, maka cinta akan ikut berubah. Simplenya begini, jika saya mencintai suami saya lantaran kegantengannya, maka someday ketika suami saya tak ganteng lagi, maka rasa cinta saya akan runtuh. Hmmm, cinta tidak semurah itu, menurut saya.

Cinta -cinta sejati lebih tepatnya-  adalah sesuatu yang hanya punya satu jalur lintasan. Ia hanya mengenal satu kata kerja aktif: memberi! Ya, saya tegaskan kembali, cinta hanya memiliki satu jalur lintasan berkata kerja aktif MEMBERI. Dan Nona, tentu Anda faham bahwa hal ini mengandung arti bahwa cinta tak mengenal jalur lain berupa pemberian balasan. Ya, cinta sejati adalah tentang memberi tanpa meminta balasan.

Menurut pandangan saya, cinta sejati tak bisa terwujud antardua manusia. Karna cinta di antara dua orang manusia (lawan jenis) sangat dipengaruhi variable situasi dan kondisi. Manusiawi sekali. Cinta yang dipengaruhi situasi dan kondisi pastilah selalu menuntut balasan dari yang dicintainya dan hal tersebut jauh dari istilah cinta sejati yang notabene tidak menuntut balasan.

Analogi cinta yang sejati adalah cintanya Allah. Allah menebar cinta dengan cara memenuhi seluruh kebutuhan manusia, tanpa meminta balasan. Saat manusia tidak membalas cinta, apakah lantas Allah kecewa dan berhenti memenuhi kebutuhan manusia? Tentu tidak. Begitulah cinta yang sempurna. Cintanya Allah tidak terpengaruh situasi dan kondisi. Lalu bagaimana dengan manusia? Manusia hanya bisa berikhtiar mendekati cinta sejati. Manusia harus bejibaku dan belajar mencintai dengan memberi, tanpa tergantung deal bisnis atau meminta balasan. Meski sangat manusiawi jika manusia kecewa saat cintanya tak berbalas atau saat sikon berubah.

Seperti itu pula saya belajar mencintai suami saya. Selalu ingin mencoba memberi dan memberi, tanpa meminta. Walau seringkali intervensi situasi kondisi datang melanda. Sungguh wajar, tapi sebisa mungkin saya mengenyampingkan intervensi situasi dan kondisi tersebut. Makanya, setiap kali saya ditanya mengapa saya mencintai beliau, saya menjawab karna beliau adalah suami saya, bukan karna variable-variable kondisional yang sewaktu-waktu dapat berubah. InsyaAllah. Semoga saya istiqamah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s