[a talk] Resolusi Besarmu Ini, Perlukah Diketahui Banyak Orang, Nona?

Adakah yang jauh lebih konyol dari menulis resolusi-resolusi pribadi di media sosial? Ah. Hanya bisa tertawa getir. Bukan menertawakan mereka yang senang mengumumkan resolusi luar biasanya di media umum. Tentu bukan! Dengan kapasitas toleransiku yang begitu besar, aku seringkali tak ambil pusing dengan tindakan orang lain. Pun saat mereka memutuskan untuk menyampaikan mimpi dan resolusi itu ke khalayak umum, ya mangga. Silakan.

Lalu untuk apa kegetiran tawa itu?

Untuk jiwa dan diriku sendiri. Entahlah. Aku merasa terlalu banyak beromong kosong! Aisssshhhh, sungguh heran dengan jalan pemikiranku yang dulu. Konyol! Aku begitu bersemangat mengumumkan mimpi, cita-cita, dan resolusiku di media umum. Dalihku, “Semangatmu perlu ditularkan, Nona!”. Naas. Alih-alih menularkan semangat, malah riskan ketiban penyakit RIYA. Naudzubillah.

Lalu aku merasa jijik pada kekeliruan-kekeliruanku terdahulu. Misalnya aku menulis status facebook, “Selamat puasa sunnah di hari Senin!” yang tujuan awalnya untuk mengingatkan orang lain agar shaum sunah, namun disadari atau tidak, hal ini sekaligus menjadi ajang pencitraan, gue puasa lhoo hari ini! Fatal, bukan?

Atau saat tahun baru masehi menjelang, aku sibuk menuliskan di blog, “Resolusi 2012: Tilawah Quran 30 juz sehari (lebay cuy).” Perlu waspadalah, karna terselip dua tujuan berbeda dibalik kalimat maha dahsyat tersebut. Pertama, tujuan bersyiar untuk  meningkatkan tilawah quran di tahun yang baru. Kedua, tujuan mengumumkan bahwa, di tahun yang baru ini gue akan lebih rajin tilawah lhooo!  Miris. Amalan luar biasa ini menjadi bias karna diumbar dengan sadis di media umum. Fatal, bukan?

Hm, mungkin maksud ‘fatal’ku disini belum begitu terang dan jelas. Begini, dulu, saat aku kanak-kanak, sering aku mendapat petuah sederhana dari Ibu Guru, bahwa saat tangan kanan melakukan kebaikan, maka tangan kiri tak boleh tahu. Amal kebaikan itu barakahnya dilakukan dalam sunyi. Hanya si manusia dan Allah yang tahu. Akan menjadi sangat fatal ketika amal-amal kebaikan itu diumbar di depan khalayak.

Tapi kan itu salahsatu bentuk syiar? Ah, segudang cara bersyiar yang jauh lebih ‘aman’ dapat aku lakukan kok. Yang jelas, terlepas dari apapun opini orang lain tentang ini, kukatakan dengan lembut namun tegas, “Mimpi dan resolusi besarku kali ini, akan kupeluk saja seorang diri. Dalam sunyi.” 

Sekian.

Wallahu’alam.

4 thoughts on “[a talk] Resolusi Besarmu Ini, Perlukah Diketahui Banyak Orang, Nona?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s