[a must] Gerakan Satu Juta Status Penyemangat di Facebook

Gambar di atas adalah percakapan saya dengan Cici (bukan nama sebenarnya) di facebook. Cici adalah gadis manis penghuni jalanan simpang Dago, Bandung. Usianya sekitar 13 tahunan. Saya kenal dia sejak bulan April atau Juni. Sekarang Cici alhamdulillah udah gak ngamen lagi. Dia kerja di Jawa. Ah, kadang saya kangen juga sama dia. *mewek deh. huksss*.

Sejak saya mengalami kesulitan bertemu rutin dengan adik-adik Simpang Dago (sibuk.red), saya lalu mencoba meng-intenskan komunikasi lewat dunia maya. Kebetulan adik-adik simpang dago ini sering banget online di Facebook. Maka dari itulah saya mencoba memaksimalkan komunikasi saya dengan mereka lewat facebook.

Jika ada waktu luang, saya sering nyempetin buka profil mereka. Ya sekedar untuk memantau dan mengetahui kabar terbaru tentang mereka. “Kalau ada masalah, mungkin saya bisa sedikit membantu,” begitu lirih saya dalam hati.

Semakin sering saya mengamati, semakin mengertilah bahwa masalah yang mereka hadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dengan sesama anjal, masalah pacar, duit, dan banyaaaak lagi. Haduh, saya malah ikut pusing, mengingat setiap kali ada masalah, mereka slalu curhat sama saya di inbox FB.

Misalnya saja Cici. Suatu pagi, status Cici di facebook tuh gak enak banget buat dibaca. Kayaknya pagi itu dia lagi sedih. Yah, masalah sama pacarnya (miris memang, saya aja yang udah tua kagak punya pacar sampe sekarang.ckckck). Waktu itu saya pengen banget ngomentarin statusnya itu, tapi saya urungkan.

Sebenarnya status yang saya buat (lihat di gambar di atas) itu saya tujukan untuk Cici. Saya pengen dia membuka pikiran bahwa dunia ini indaaaah. Masih banyak hal lain yang harus dipikirkan selain cowok. Dan jreeeeenngggggg! TEPAT SASARAN! Cici ngebaca status saya dan dia berkomentar seperti pada gambar di atas. Dia bilang, “makasi Teh udah nyemangatin saya.” Alhamdulillah🙂

Dari kejadian luar biasa di pagi itu, saya akhirnya menyadari satu hal. Di luar sana, saya punya puluhan adik yang butuh support dan perhatian. Adik-adik yang butuh energi positif dari kakaknya, yaitu saya. We know lah kehidupan jalanan itu seperti apa. Dunia yang gelap, pengap, tanpa cahaya. Dan di antara kegelapan itulah, saya seharusnya menjadi salah satu ‘agen’ pembawa cahaya, minimal cahaya lilin.

Sejak hari itu saya memutuskan untuk sering-sering mengupdate status penyemangat. Dan WOOOOW! Efek yang ditimbulkan dari status-status itu sama sekali gak saya duga. Pengen tau? Sini, merapat. Saya bisikin yah:

1. Entah GEER atau apa, setelah satu minggu saya mencoba rutin membuat status penyemangat, tiba-tiba saja di minggu kedua, saya menemukan begitu banyaaak status-status positif bertebaran di news feed Facebook saya. Adik-adik SMA saya, adik-adik simpang dago, murid-murid Ibu saya di SMP, dan masih banyak lagi. Mereka semua menulis status senada dengan status yang saya buat setiap pagi. Wow, status-status bersemangat yang mereka tulis amazingly membuat saya bersemangat juga.

2. Seorang teman suatu hari mengirim message di inbox FB saya, dia bilang, “Thanks, Ci. Lumayan menginspirasi juga yah kamu.” (haha, dibilang lumayan).

3. Sepupu saya dari luar kota juga bilang, “Makasih ya atas status-statusnya.” Waduuh, ternyata segitunya yah efek dari status penyemangat iniii. Saya jadi lebih bersemangat untuk menulis status-status penyemangat.

4. Seorang Anjal mengajak saya chatting di suatu malam, “Saya harus mengejar cita-cita saya, Kak!

Tapiii, rutin membuat status penyemangat itu ternyata gak gampang. Kadang saya gak sempet, kadang saya malah nulis status galau (kalo lagi sedih). Yah, intinya banyak banget godaan syetan.

Oleh karena itulah, saya pengen ngajak pembaca yang punya account facebook untuk sering-sering update status penyemangat. Semakin banyak yang mengupdate status penyemangat, semakin bagus! Percayalah, selain bisa menyalurkan energi positif untuk orang lain, status-status itu juga bisa menjadi penyemangat untuk diri sendiri. I’ve experienced it.

Hipotesis saya sih gini:

SPIRIT/SEMANGAT itu adalah virus yang mudah menular.

Kalo ada satu orang yang rela menyebarkan virus penyemangat di status facebooknya setiap pagi, maka dapat dibayangkan, berapa banyak orang yang akan tertular virus ini?  Berapa banyak Cici dan orang-orang seperti sepupu saya yang kemudian akan merasa bersemangat karna status kita?

Ayo, semangat! We don’t live alone, Mister! Masih banyak orang perlu kita semangati^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s