[a word] Hingga Desember

Aku berhak menunggumu hingga Desember
meski tak seberhak cerutu-cerutu tembakau dicumbui para pemuda kedai, atau nenek-nenek renta yang merengek minta sirih dan biji pala

Aku berhak menunggumu hingga Desember
Meski tak seberhak gurun pasir menolak sesalju, atau malam menolak surya dan pelangi

Semakin aku dan kau bertumbuh dewasa
Semakin tak ada birahiku tertawa
Kota kita telah tua
Rumah kita kian renta
Aku dan kau, telah sampai di persimpangan cerita
Akankah bersendirian? Atau beriringan bak manis menemani gula jawa?

Tapi hebatnya, aku tetap berhak menunggumu hingga Desember,
Meski kau lebih berhak pergi….sebelum Desember

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s