Ada Apa Dengan Wanita?

“Laki-laki senang memberi perlindungan pada wanita. Sayangnya, wanita kerap tak berterima kasih atasnya.”

Itulah kata-kata yang saya lahap pagi ini. Sambil menyeruput sekotak susu dus, saya berkelana ke beberapa situs menarik di internet dan menemukan kalimat tersebut tersemat di salah satu artikel. Saya tertarik pada kalimat, “Wanita kerap tak berterima kasih atasnya.” Oke, mari kita bahas, ada apa sebenarnya dengan wanita?

Saya terlebih dahulu akan menelaah perihal sifat dasar pria yang gemar melindungi. Hal ini tidak saya pungkiri, karna pada dasarnya saya pun termasuk salahsatu dari sekian juta wanita di dunia ini yang mendapat perlindungan dan bantuan dari para pria.

Pria, terlepas dari hitungan usianya (anak-anak; remaja; dewasa), selalu saja menemukan celah untuk dapat menolong wanita. Saya pernah ditemani menunggu angkot oleh anak usia 11 tahun. Ia bilang, “Udah malem, Teh. Saya cariin angkot ya.” Saya pun sering dibantu menyebrang jalan, mengangkut barang-barang, bahkan kerapkali para pria merelakan berdiri berjam-jam demi mempersilakan saya duduk dalam bis.

Saya pun sering mendapat perlindungan dari adik kandung saya. Saat menyebrang jalan, ia selalu ingin memastikan bahwa saya menyebrang dengan selamat. Ia kerap menjaga saya saat jalan-jalan di mall, dan ia seringkali muncul ke garis depan saat mendapati saya ketakutan atau merasa terancam. Saya juga selalu mendapat perlindungan dari ayah saya (gak bisa digambarkan dengan kata-kata deh kalo tentang ayah mah)

Itu sebagian contoh bentuk perlindungan dan pertolongan yang saya dapatkan dari pria. Lalu, bagaimana sebenarnya perasaan wanita saat dilindungi dan ditolong?

Well. Pastinya setiap wanita memiliki argumen. Tapi bagi saya, -dan sepertinya bagi sebagian besar wanita-, mendapat perlindungan dan bantuan dari pria adalah suatu hal yang mengesankan. Dengan kata lain, wanita memang senang dilindungi dan ditolong!

Lantas, jika memang wanita senang diperlakukan demikian, mengapa mereka sering tak berterima kasih? Hmmm. Ada banyak faktor penyebab mengapa wanita merasa tak perlu berterima kasih pada pria yang telah menolongnya. Berikut penjelasan (menurut versi saya lhoo):

1. Wanita merasa tak perlu berterima kasih saat ia merasa pertolongan yang diberikan itu lumrah baginya. Misalnya, tiap akan menyebrang jalan, si wanita selalu dibantu oleh pria-pria di sekitarnya. Nah, wajar kalau si wanita itu ‘lupa’ untuk berterima kasih (saking sudah terbiasa)

2.  Wanita merasa tak perlu berterima kasih saat ia merasa mampu untuk mengerjakan hal tersebut seorang sendiri. Misalnya, ketika ia merasa dapat pulang ke rumah sendirian, ia akan merasa tak perlu berterima kasih pada pria yang mengantarnya (walau pada akhirnya saya mah bakal berterima kasih sih. haha)

3. The most important of all, alasan utama wanita tidak berterima kasih adalah pada kasus berikut ini:

Pernah mendengar kalimat, women use their ears and men use their eyes? Menurut saya, wanita tak peduli pada apa yang mereka lihat, tapi pada apa yang mereka dengar. Karena dengan mendengar, wanita tahu mana yang tulus dan tidak.

Lalu apa hubungannya ketulusan dengan bahasan di tulisan ini? Tentu saja ada. Wanita merasa tak perlu berterima kasih pada pria yang dirasa tidak tulus. Misalnya, saya. Saya tak akan berterima kasih pada pria yang -maaf- melindungi saya lantaran ia mencari perhatian (katakanlah, pedekate).

Saya merasa ada ketidaktulusan dalam perlindungan yang ia berikan. Seringkali, pria seperti itu hanya ingin melindungi wanita tertentu, dan mengabaikan wanita lain yang jauh lebih butuh dilindungi.

Kalau mau berbuat baik, kenapa hanya pada saya? Kalau mau membantu, mengapa hanya pada saya? Masih banyak wanita lain yang jauh lebih butuh bantuan dibanding saya. Ah, anda gak tulus.” Saya pun akan berlalu tanpa berterima kasih.

Bandung, 24 Juli 2011

6 thoughts on “Ada Apa Dengan Wanita?

  1. pria melihat dengan mata mereka , pribahasa mengatakan “dari mata turun ke hati” , awalnya memang mereka tidak tulus hanya untuk mendapatkan wanita yg ia cintai, namu seiring berjalannya waktu , pria itu akan sadar bahwa mereka telah menemukan seseorang yang harus dilindungi, maka selanjutnya berkorbanlah mereka demi kalian wanita, mereka akan menafkahimu,mereka akan menghidupimu, akan menjagamu sampai sisa hayat mereka, yah memang hal yang lumrah , tapi percayalah mereka tulus dan itu memang hal yang susah dan wanita tidak akan mengerti dan pria pun tidak akan berbicara kalau mereka lelah, karena mereka tulus ,…maka setidaknya ucapkan lah ” terima kasih kepada mereka atas pengorbanan mereka yang tulus terutama ayah kalian dan suami kalian kelak”,……

  2. Berarti faiz setuju dengan kutipan artikel di awal ya? hmmm, laki-laki dan wanita, bagaimanapun adalah dua makhluk yang tak bisa disamakan. Selalu ada sudut pandang berbeda dalam menyikapi sesuatu. termasuk dalam menyikapi isu postingan saya yg ini. makasi udah menyumbangkan sudut pandangnya somehow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s