Just Because We are Woman

Malam semakin melarut. Bising-bising TV di kamar sebelah telah berhenti sejak tadi. Tak ada lagi lampu-lampu yang dinyalakan. Sementara deruman kendaraan-kendaraan di depan rumah semakin mendekati titik sunyi. Senyap.

Dago, Bandung, di tengah malam memang selalu begini. Selalu saja membuat perasaan hati bergejolak hebat. Aroma dinginnya, keluasan langitnya, belaian angin malamnya, ah semuanya mampu membangkitkan perasaan-perasaan hati. Apalagi di kamarku ini, semua perasaan selalu saja menjelma dalam kata. Gundah, cinta, luka, rindu, bahkan perasaan abstrak sekalipun, semua selalu dapat tercelotehkan dalam kata.

Seperti malam ini, aku (Orchid) dan sahabat-sahabatku (Rose dan Lily) saling berkisah tentang rasa. Kami tak pernah merencanakan. Kami tak pernah memaksa diri untuk mengungkap rasa. Tapi begitulah, selalu saja kami tersihir untuk bercerita tentang rasa, di kamar ini.

Kami tidur bersebelahan. Punggung-punggung kami menempel sempurna di busa kasur. Atap kamar adalah objek yang kami pandangi, walau hati kami sejatinya berhamburan entah kemana.

Saling kami timpali obrolan demi obrolan. Saling kami hayati tiap-tiap kata. Ah, mungkin karna kami adalah wanita, makanya berbincang tentang rasa selalu menjadi wacana yang menyenangkan.

Kudengarkan kisah Rose. Semakin kudengar, semakin kutahu ia tengah merangkai kata yang tak biasa. Kata-kata yang berasal dari palung terdalam di hatinya. Lalu kudengar pula kisah Lily. Aku tahu, apa yang diungkapkan Lily pun adalah dari hatinya yang terdalam. Lily dan Rose di malam ini, berkisah tentang cinta.

Lalu sampai giliranku. Lily bertanya tentang perasaanku. Aku terdiam. Aku bukan tak sedang jatuh cinta. Aku hanya tak boleh jatuh cinta. Cinta, seperti yang pernah kukatakan, harus selalu kuhentikan di titik hampir. Dan itu kulakukan justru demi cinta itu sendiri.

Itulah wanita. Terlebih, kami adalah wanita dewasa. Haha

Rose, Lily..

Someday, we’ll laugh so loud remembering this. Hehe.

Selamat mengepakkan sayap!

You’ll find someone best.

Semangaaat!

Bandung, 18 July 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s