[a talk] Menunggu Ramadhan

Menit menendangi detik. Lalu malam menggusur sore ke pojok langit. Ya, di pengawal malam yang begitu dingin, tak ada sesuatu pun berdetak kecuali dua hal, arloji…dan hatiku.

Hatiku berdetak hebat bukan lantaran menunggu seseorang yang kucinta. Tak pula menanti secangkir coklat panas. Aku menunggu bulan, bulan yang jauh lebih mempesona dari seribu bulan, Ramadhan

Malam ini adalah bulan Rajab, bulan nan juga agung. Semakin bergulir pasir-pasir waktu mendekati Ramadhan, semakin kuat pula detakan hatiku. Bukan karna apapun, semua hanya karena… aku rindu Ramadhan.

Segala rasa bercampur tatkala kuingati Ramadhan. Menyesal-tak mampu beramal banyak. Senang-naiknya kadar iman. Waswas-akankah dapat kunikmati Ramadhan tahun depan?. Sedih-mengingat segala dosa. Semangat berubah. Dan.. ah, terlalu banyak rasa di benakku.

Ya Allah, jika harus kukatakan, maka takkan ada kata yang tepat

Jika harus kugambarkan, maka takkan ada pula warna yang tepat

Bahwa jauh-jauh hari, aku mengendap-ngendap,

mencuri pandang, menghitung hari, menunggu Ramadhan tiba…

Maka sampaikan aku pada Ramadhan kali ini,

sungguh, sampaikan aku pada Ramadhan kali ini,

karna aku terlampau rindu,

terlampau rindu…

aamiin

2 thoughts on “[a talk] Menunggu Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s