[a must] 2011: No more regret

3 Januari 2011,

Aku merasa terlalu malu untuk menengok ke belakang. Tanpa arah, tanpa gereget, itulah deskripsi paling tepat bagi masa laluku. Ya, entah mengapa tahun 2010 tak begitu terendus di hidungku, bahkan sampai akhirnya ia benar-benar harus lenyap, hilang, dan  tak kembali lagi, aku masih saja tak mampu mencium baunya. Aku menyesal!

A man who dares to waste one hour of time has not discovered the value of life.

Beberapa saat aku merasa lunglai, perkataan Charles Darwin di atas sungguh tepat menyentil perasaanku. Bukan satu detik yang kusia-siakan, bukan pula satu jam atau satu hari. ‘Satu tahun!’ Ya, dengan bodohnya aku telah menyiakan satu tahun kehidupanku di tahun 2010.

Aku pun merana. Rasanya, wajahku bertransformasi menjadi wajah orang paling berdosa sedunia. Kini pertanyaan-pertanyaan seperti “Cita-cita apa yang tercapai di tahun 2010?” atau “Prestasi apa yang diraih selama tahun 2010?” telah kumasukkan ke dalam daftar pertanyaan terlarang, pertanyaan yang tak boleh tertangkap di daun telingaku untuk jangka waktu yang tak ditentukan. Aku malu.

Ya Tuhaaan, jika menyiakan waktu satu jam saja dianggap sebagai manusia yang tidak mengerti nilai kehidupan, bagaimana denganku yang telah menyiakan waktu satu tahun? Masih pantaskah aku disebut orang yang bersyukur akan waktu? Atau malah aku tak lagi pantas menyandang titel sebagai manusia?

Itulah penyesalan, selalu datang dan memberatkan pundakku di ujung waktu. Ia tak pernah mau menyapaku dari awal, sampai akhirnya aku terlupa dan harus berurusan lagi dengannya di akhir masa. Huh, untuk yang keseratus kalinya aku berurusan denganmu, Wahai Penyesalan! Dan lagi-lagi dengan menyesal aku mengaku…. aku menyesal😦

But, i heard someone said that anyone who has never made a mistake, has never tried anything new! Yap, kalimat penyelamat ini dapat kuandalkan untuk pembelaan diri. Aku telah melakukan kesalahan di masa lalu, which means that I’ve tried something new, eh? Yeah, at least I’ve tried though i was failed.

Dan pada kenyataannya, berlama-lama mengurung diri dalam penyesalan bukanlah hal menarik. Walau penyesalan bisa dijadikan bahan bakar untuk menjadi lebih baik di kemudian hari, namun jika terlalu banyak waktu yang tersita untuk memikirkan penyesalan, maka  kita akan kesulitan untuk dapat kembali berdiri tegak.

Formula for living is quite simple. Get up in the morning and go to bed at night. In between, occupy yourself as best as you can. Hm, ini nih ramuan mujarab yang dapat membuatku kembali bergelora. “Occupy yourself as best as you can”, tampaknya tips ini belum ku amalkan dengan saksama di tahun 2010. Jadi, ayo melakukan yang terbaik di tahun ini, Uci!

Here, 2011 begins! Face it, make a history!

Let’s start the new life, Uci! Let’s fix the mess you left behind!

Bismillahirrahmanirrahim. Semangat!🙂

8 thoughts on “[a must] 2011: No more regret

  1. benernya idup itu mudah kok, cuma ‘iya’ ato ‘tidak’, kemudian menjalankan semua konsekuensi yang mengikuti.. cuma kekhawatiran-kekhawatiran kitalah yang membuat hidup ini semakin rumit, malah tak bergerak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s