[a thought] Pulang Kampung = Jihad ?

Bagi seseorang yang menyenangi menulis seperti saya, maka ketika keinginan menulis ini begitu mencubiti kulit, saya tak akan segan-segan memainkan kedua jempol ini untuk mengetik, kapanpun dimanapun!

Setelah beberapa waktu lalu saya membuat mobile note di kereta malam menuju Jogja, mobile note kali ini saya buat dalam mobil elf yang sumpek dan reyot tujuan Subang (pulang kampung! Hahay). So, mari kita berbicara ttg pulang kampung, yang memang hal ini selalu membuahkan kisah yang menggigit bagi masing-masing orang.

Bagi saya pribadi, pulkam -secara ajaib- dapat mencairkan segala bentuk kepenatan yang menggumpal baik di otak maupun hati. Fresh! Namun dibalik fenomena pulang kampung ini pada hakikatnya terselip makna fundamental yang entah hanya berapa banyak manusia yang paham.

JIHAD! Ya, Jihad! Siapa yang menyangka kalau selain untuk merefresh otak, pulkam juga dpt digunakan sebagai sarana berjihad? Dalam sebuah hadist Bukhari disebutkan, Seorang pemuda datang pada rasulullah saw seraya berkata, “Ya Rasul, aku ingin berjihad”. Rasul kemudian bertanya, “Apakah engkau masih punya orang tua?” Pemuda itu menjawab, “Ya”. Rasul kemudian berkata, “Maka dengan memenuhi kebutuhan orangtuamu lah, kamu berjihad”.

See, people? Dengan memenuhi kebutuhan orang tua selama kita berlibur di kampung, keutamaannya ternyata sama dengan berjihad di jalan Allah.

Selamat mencicipišŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s